PKKMB UNIVERSITAS LAMPUNG 2023




 (DAY 1)


Pengembangan karakter mahasiswa


(Unggul & Inovatif) 


Hj. Eva Dwiana, S.E


(Walikota BandarLampung)


Mahasiswa berkarakter adalah mahasiswa yang memahami tugas dan fungsinya sebagai mahasiswa. Mahasiswa tersebut ditandai dengan upaya yang sungguh-sungguh dalam dirinya untuk senatiasa meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikapnya dengan berbagai aktifitas yang dijalani baik melalui kegiatan perkuliahan, aktif dalam berorganisasi ekstra atau intra kampus untuk mengembangkan potensi dirinya melalui pengelolaan waktu yang adil yaitu pandai menempatkan sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan, situasi, kondisi, toleransi, pantauan dan jangkauan yang ada pada dirinya dan lingkungannya. Mahasiswa berkrakter ini lebih dewasa dalam menyikapi persoalan yang datang menghampirinya.


Etika: Menjadi mahasiswa harus memiliki etika karena etika sangat penting untuk menentukan karakter mahasiswa yang baik.


Tata Krama: Sebagai mahasiswa yang memiliki karakter yang unggul dan inovatif, mahasiswa harus memiliki tata krama supaya bisa menghargai sesama.




(DAY 1)


Pendidikan tinggi di era revolusi dan industri 4.0 dan society 5.0


Society 5.0 merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang berbasis modern dan memanfaatkan teknologi internet of things seperti kecerdasan buatan (AI), komputerisasi, juga industri robot.


Unila Mengusung era society 5.0


-kurikulum merdeka


-international exposure


-kegiatan mahasiswa di luar kampus


-pengelolaan lingkungan




Program merdeka belajar kampus merdeka:


1. Magang/Praktik industri


2. Pertukaran pelajar


3. Mengajar di satuan pendidikan


4. Studi/proyek independen


5. Membangun desa


6. Penelitian/riset


7. Proyek kemanusiaan


8. Kewirausahan




(DAY 1)


Kehidupan Berbangsa dan bernegara


(Bapak Iwan M.Z)


Wawasan kebangsaan


•Rasa kebangsaan


•Paham kebangsaan


•Semangat kebangsaan


Kosensus dasar bangsa


-Pancasila


-UUD NKRI 1945


-NKRI


-B.T.I


Bela Negara


Merupakan konsep yang disusun oleh perangkat perundanga dan petinggi 


di suatu negara tentang patriotisme seseorang. suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.




(DAY1)


Bahaya Terorisme, Narkoba Dan intoleransi.


Ancaman dari dalam bagi keutuhan bangsa & negara


-Ancaman Radikalisme & Terorisme


-Ancaman THD ideologi negar


-Ancaman moral seperti tindak pidana Korupsi


Bahaya Narkoba


Prubahan sikap pada diri remaja, perangai dan kepribadian, Emosi tidak terkontrol seperti mudah marah dan tersinggung. Adanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja.


Intoleransi


Penyebaran permusuhan dalam bentuk info HOAX dan meme yang dapat


memicu konflix terutama di media sosial.




(DAY 1)


Kampus merdeka tanpa kekerasan seksual.


Satgas PPKS (Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual)


berfungsi sebagai pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Universitas Lampung.


macam macam bentuk pelecehan seksual:


1. menyampaikan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender Korban.


2. memperlihatkan alat kelaminnya dengan sengaja tanpa persetujuan Korban.


3. menyampaikan ucapan yang memuat rayuan, lelucon, dan/atau siulan yang bernuansa seksualpada Korban. DLL


KITA HARUS BERANI BICARA!


Hal ini bukan berarti menuntut kita agar menjadi sensitif, tetapi kita juga perlu untuk mengambil sikap supaya tidak mudah di lecehkan atau bahkan melecehkan.


(Hari ke-2)


• Materi 1, kampus sehat


Pengenalan poliklinik unila, seperti fasilitas, pelayanan, konsultasi, dan sebagainya.


• Materi 2, mengenal provinsi lampung


Gambaran umum provinsi lampung, potensi SDA dan budaya, komoditi unggulan, dan potensi panas bumi. Mahasiswa harus produktif dan memiliki daya saing serta memiliki perspektif perencanaan yang matang untuk menghadapi tantangan global di masa depan.


• Pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), BEM, dan sebagainya.




(Hari ke 3)


PKKMB Tingkat Fakultas


Ekosistem Pendidikan Tinggi


Oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Nairobi, SE, M.Si


Survei Integritas Pendidikan Indonesia 2023 dari KPK


Di 2022, SPI Pendidikan mengambil sampel dari 34 provinsi di Indonesia dan 4 negara yaitu sekolah Indonesia di Jepang, Mesir, Malaysia dan Filipina, dengan jumlah responden 15.582 peserta didik, 11.648 wali murid, 4.545 tenaga pendidik, dan 904 pimpinan satuan pendidikan/perguruan tinggi.  Hasilnya, Indeks Integritas Pendidikan mencatatkan skor 70,4 yang berarti kondisi integritas masih berada pada tahap awal atau cukup rentan.


 


Indeks itu menggambarkan beberapa hal, di antaranya dari sisi karakter peserta didik, perilaku integritas peserta didik belum menjadi pembiasaan yang menyeluruh. Pada dimensi karakter, tergambar masih adanya kondisi ketidakjujuran akademik, di mana 27,1 persen responden siswa melihat ada siswa lain yang menjiplak pada 74,1 persen sekolah di jenjang pendidikan dasar menengah yang menjadi sampling. Sementara di jenjang Dikti, 25,2 persen responden mahasiswa menyebut ada teman kuliah yang berlaku curang seperti menjiplak atau plagiat.Disini membuktikan bahwa Sumber Daya Manusia sangat berpengaruh besar dalam kemajuan suatu Negara. Oeh sebab itu Perguruan tinggi sanga penting untuk para generasi yang akan datang.


 


2.2.1.2 Produktivitas Tenaga Kerja (TK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia


 


Hingga pengetahuan pada September 2021, berikut adalah informasi umum mengenai produktivitas tenaga kerja dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia:


1. Produktivitas Tenaga Kerja:


  Produktivitas tenaga kerja mengukur seberapa efisien dan efektif tenaga kerja dalam menciptakan nilai tambah dalam ekonomi. Faktor-faktor seperti pendidikan, pelatihan, teknologi, dan kondisi kerja dapat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Indonesia telah berupaya meningkatkan produktivitas melalui program-program pelatihan, investasi dalam teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.


2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM):


  IPM adalah ukuran komprehensif yang menggambarkan kemajuan sosial dan ekonomi suatu negara. IPM mencakup tiga dimensi utama: harapan hidup yang sehat, pendidikan, dan standar hidup yang layak. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami peningkatan IPM, mencerminkan perkembangan dalam aspek-aspek seperti kesehatan, pendidikan, dan penghasilan.


 


2.2.1.3 Ekosistem Perguruan Tinggi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU)


Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam ekosistem perguruan tinggi merujuk pada metrik atau parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas dan pencapaian tujuan institusi. Beberapa contoh IKU dalam ekosistem perguruan tinggi meliputi:


 


1. Jumlah dan Kualitas Mahasiswa : Termasuk jumlah pendaftar, rasio mahasiswa per dosen, tingkat kelulusan, dan indeks prestasi mahasiswa (IPK).


 


2. Kualitas Dosen dan Penelitian : Jumlah dosen berkualifikasi, rasio dosen per mahasiswa, publikasi ilmiah, dan h-index dosen.


 


3. Peningkatan Kurikulum : Pengembangan program studi baru, peningkatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.


 


4. Fasilitas dan Infrastruktur : Penyediaan fasilitas belajar yang modern, ruang laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas penelitian yang memadai.


 


5. Kerjasama Industri : Kemitraan dengan perusahaan dan industri, penempatan mahasiswa dalam magang atau kerja praktek, serta kolaborasi penelitian bersama.


 


6. Pengembangan Inovasi dan Teknologi : Paten atau hak cipta yang dihasilkan dari penelitian, kontribusi dalam pengembangan teknologi, dan transfer pengetahuan ke masyarakat.


 


7. Prestise dan Reputasi : Peringkat nasional dan internasional, reputasi di kalangan mahasiswa, dosen, dan industri, serta partisipasi dalam jaringan akademik global.


 


8. Keterlibatan Masyarakat : Program sosial dan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti pelatihan atau pengabdian kepada masyarakat.


 


9. Pendanaan dan Pengelolaan Keuangan : Akuisisi dana dari sumber eksternal, efisiensi pengelolaan keuangan, serta keterlibatan dalam proyek riset berbasis dana eksternal.


 


Perguruan tinggi biasanya mengukur dan memantau IKU ini secara teratur untuk mengevaluasi kinerja mereka dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang sesuai.


 


2.2.1.4 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)


Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah inisiatif pendidikan tinggi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kemerdekaan kepada mahasiswa dalam memilih mata kuliah, mengakses sumber belajar, serta mengembangkan diri sesuai minat dan potensi masing-masing.


 


Dalam konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa diizinkan untuk:


1. Memilih Mata Kuliah : Mahasiswa dapat memilih mata kuliah dari berbagai program studi, lintas fakultas, atau bahkan lintas perguruan tinggi, selama memenuhi syarat-syarat tertentu.


 


2. Belajar Fleksibel : Mahasiswa dapat mengatur jadwal belajar yang lebih fleksibel sesuai dengan ketersediaan waktu dan preferensi mereka.


 


3. Akses Sumber Belajar : Mahasiswa diberikan akses lebih luas terhadap berbagai sumber belajar, termasuk daring (online) dan luring (offline).


 


4. Mengembangkan Soft Skills : Mahasiswa didorong untuk mengembangkan keterampilan lunak (soft skills) seperti kreativitas, kepemimpinan, dan berpikir kritis.


 


5. Pengembangan Diri : Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan di luar kelas seperti magang, riset, atau pengabdian kepada masyarakat sesuai minat mereka.


 


6. Evaluasi Pembelajaran : Mahasiswa dinilai berdasarkan hasil belajar dan pencapaian kompetensi, bukan hanya melalui ujian akhir semester.


 


Inisiatif Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja yang semakin dinamis. Dengan memberikan lebih banyak kemerdekaan kepada mahasiswa, diharapkan pendidikan tinggi dapat lebih relevan, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi individu dan pembangunan nasional.


 


2.2.1.5 Graduate On Time (GOT)


 


Universitas menghargai dan mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu karena itu mencerminkan komitmen dan disiplin dalam menyelesaikan studi. Kelulusan tepat waktu juga bisa membantu mengurangi beban finansial dan waktu bagi mahasiswa. Namun, universitas juga memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki situasi yang berbeda dan  bukan tidak mungkin pula universitas memberikan fleksibilitas terhadap keadaan mahasiswa dalam hal tersebut. 


 


2.2.2 Peran PT untuk Menghasilkan Mahasiswa yang Produktif, Cerdas Intelektual, dan Sikap yang Baik


Oleh Bagian Akademik dan Kerja Sama Dr. Erni Hendrawati SE, M.Si


 


Pendapat universitas mengenai kelulusan mahasiswa tepat waktu bisa beragam. Banyak universitas menghargai dan mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu karena itu mencerminkan komitmen dan disiplin dalam menyelesaikan studi. Kelulusan tepat waktu juga bisa membantu mengurangi beban finansial dan waktu bagi mahasiswa. Namun, beberapa universitas juga memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki situasi yang berbeda dan mungkin memberikan fleksibilitas dalam hal ini.


Kemahiran abad ke-21 (21st-century skills) merujuk kepada satu set kemahiran yang dianggap penting untuk kejayaan dalam dunia yang berubah dengan cepat pada masa kini. Kemahiran-kemahiran ini termasuk pemikiran kritis, kreativiti, komunikasi, kerjasama, literasi digital, adaptabiliti, penyelesaian masalah, dan banyak lagi. Mereka membolehkan individu berjaya dalam masyarakat global yang dipacu oleh teknologi dan saling berhubungan. Keterampilan abad ke-21 meliputi pemecahan masalah, kritis berpikir, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, serta kemampuan belajar dan beradaptasi secara cepat. Juga, keterampilan interpersonal dan kemampuan manajemen diri menjadi penting dalam dunia modern ini.


 


2.2.3 Kelas Internasional


 


Sistem pendidikan dengan pengenalan akademik dan kelas internasional bertujuan untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang luas dan beragam, menggabungkan kurikulum lokal dengan elemen global. Hal ini dapat membantu siswa memperluas wawasan mereka, meningkatkan keterampilan berbahasa asing, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan global di masa depan.


Kesimpulan :


Pada dasarnya penggunaan pedoman PKKMB pada perguruan tinggi adalah suatu upaya proses penguatan pembinaan dan pembentukan ekslusif mahasiswa yang utuh berkualitas, sukses pada studi dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


Materi yang di berikan sangat bermanfaat untuk proses pembelajaran mahasiswa agar mendapatkan kelulusan terbaik.


Pedoman PKKMB juga mempermudah mahasiswa memahami struktural pembelajaran. Jadi mahasiswa siap menghadapi proses selama perkuliahan.


Saran:


Selama 4 hari saya mengikuti kegiatan PKKMB dari universitas lampung ataupun dari PKKMB fraksi FEB. Saya belajar tentang lingkungan kampus seperti dosen, fasilitas dan sistem pembelajaran, banyak hal-hal baik dan pengalaman yang saya pelajari dari PKKMB, saya juga berterima kasih kepada kakak panitia yang sudah berkerja keras agar kegiatan PKKMB berjalan dengan baik.


Kesan:


Kesan setelah mengikuti PKKMB saya dapat menerima pembelajaran dengan baik, dan materi yang disampaikan juga mudah di pahami. Karena pemateri yang sangat hebat dan berpengalaman sehingga banyak memotivasi saya sebagai mahasiswa baru Universitas Lampung.

0 Komentar